Cimahi, Infology – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat terus berkomitmen memperkuat implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial sebagai upaya menghadirkan perpustakaan yang adaptif, inklusif, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang dilaksanakan di Kota Cimahi bekerja sama dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kota Cimahi dengan mengangkat tema “Peluang Pemanfaatan Maggot untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Dispusipda Provinsi Jawa Barat dalam memperkuat fungsi perpustakaan, tidak hanya sebagai pusat literasi, tetapi juga sebagai ruang belajar sepanjang hayat yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pengembangan keterampilan, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Mengawali kegiatan, Pustakawan Utama Dr. Ir. H. Ahmad Hadadi, M.Si. menyampaikan laporan penyelenggaraan kegiatan. Dalam laporannya disampaikan bahwa Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial merupakan program strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan perpustakaan agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi antara Dispusipda Provinsi Jawa Barat dan Disarpusda Kota Cimahi, perpustakaan diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran, pemberdayaan, dan pengembangan potensi masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan.
Selanjutnya, Kepala Dispusipda Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Kepala Bidang Bina Perpustakaan dan Budaya Gemar Membaca (BPBGM), Andri Heryanto, S.T., M.A.P., menyampaikan bahwa transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan salah satu program prioritas dalam memperkuat budaya literasi di Jawa Barat. Menurutnya, perpustakaan harus mampu bertransformasi menjadi ruang yang terbuka, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga kehadirannya dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi berbagai pihak.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Cimahi, Diah Ajuni Lukitosari, S.T., M.T., M.Sc., menyampaikan apresiasi kepada Dispusipda Provinsi Jawa Barat atas kepercayaan menjadikan Kota Cimahi sebagai lokus pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang belajar sepanjang hayat yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan.
Materi utama disampaikan oleh Dewi Tri Handayani, S.T., Praktisi Literasi dan Lingkungan, yang memaparkan peluang pemanfaatan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi. Maggot memiliki potensi sebagai pakan alternatif bagi sektor peternakan dan perikanan, menghasilkan pupuk organik berkualitas, serta membuka peluang usaha produktif yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif dipandu oleh Rusli Sudarmadi, S.I.P., M.M.P., Kepala Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi, selaku moderator.
Berbagai pertanyaan dan pengalaman peserta menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap peluang pengembangan budidaya maggot sebagai usaha berbasis ekonomi sirkular yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Dispusipda Provinsi Jawa Barat bersama Disarpusda Kota Cimahi berharap masyarakat semakin memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat belajar, berbagi pengetahuan, mengembangkan keterampilan, serta membangun jejaring kolaborasi yang mampu menciptakan peluang ekonomi baru. Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial diharapkan terus menjadi penggerak lahirnya masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.
Dengan semangat “Perpustakaan Hadir, Masyarakat Sejahtera,” Dispusipda Provinsi Jawa Barat akan terus memperluas implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial melalui kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota di seluruh Jawa Barat, sehingga perpustakaan semakin dirasakan manfaatnya sebagai pusat literasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.










