Cimahi, Infology.id – Perpustakaan Kota Cimahi menerima kunjungan siswa penyandang disabilitas dari SLB Pambudi Dharma 1 Cimahi sebagai bagian dari upaya memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang publik yang inklusif, ramah, aman, dan terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa perpustakaan bukan hanya tempat untuk membaca dan mencari informasi, tetapi juga merupakan ruang belajar, berinteraksi, berekspresi, membangun kreativitas, serta mengembangkan potensi setiap anak.
Para siswa mengikuti kegiatan dengan suasana yang hangat dan menyenangkan. Mereka diperkenalkan dengan berbagai fasilitas, layanan, dan koleksi yang tersedia di perpustakaan, serta diberikan kesempatan untuk menikmati bahan bacaan dan mengikuti aktivitas literasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses terhadap pengetahuan, informasi, dan pengalaman literasi, termasuk anak-anak penyandang disabilitas.
Kepala Dinas: Perpustakaan Harus Menjadi Ruang yang Terbuka bagi Semua
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Cimahi, Diah Ajuni Lukitosari, S.T., M.T., M.Sc., menegaskan bahwa pembangunan perpustakaan inklusif merupakan bagian penting dalam menghadirkan layanan publik yang memberikan kesempatan setara kepada seluruh masyarakat.
«“Kami ingin memastikan bahwa Perpustakaan Kota Cimahi adalah ruang yang ramah, terbuka, dan inklusif bagi semua. Anak-anak penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses terhadap pengetahuan, informasi, dan pengalaman literasi. Karena itu, kehadiran mereka di perpustakaan bukan hanya sebuah kunjungan, tetapi menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan perpustakaan yang tidak membeda-bedakan dan memberikan ruang yang setara bagi setiap anak untuk belajar, berinteraksi, dan berkembang.”»
Menurutnya, perpustakaan memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang inklusif. Aksesibilitas tidak hanya dimaknai dari tersedianya fasilitas fisik, tetapi juga bagaimana petugas memberikan pelayanan yang humanis, komunikatif, dan menghargai keberagaman kebutuhan pengguna.
«“Kami ingin setiap anak yang datang ke perpustakaan merasa diterima, dihargai, dan nyaman. Perpustakaan bukan hanya tentang buku dan membaca, tetapi tentang membuka kesempatan, membangun kepercayaan diri, dan menciptakan ruang bersama. Tidak boleh ada sekat bagi siapa pun untuk belajar dan mendapatkan manfaat dari perpustakaan.”»
Layanan Ramah Menjadi Bagian Penting Pengalaman Siswa
Kepala Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi, Rusli Sudarmadi, S.I.P., M.M.P., menyampaikan bahwa kunjungan siswa difabel menjadi pengalaman penting bagi jajaran perpustakaan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pengguna.
«“Perpustakaan adalah milik semua masyarakat. Karena itu, tidak boleh ada siapa pun yang merasa bahwa perpustakaan bukan tempat untuk mereka. Anak-anak difabel harus merasa diterima, nyaman, aman, dan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar serta mendapatkan pengalaman literasi di perpustakaan.”»
Menurutnya, pelayanan inklusif membutuhkan lebih dari sekadar penyediaan fasilitas. Hal tersebut juga harus dibangun melalui budaya pelayanan yang mengedepankan empati, kesetaraan, keramahan, dan kesediaan memahami kebutuhan setiap pemustaka.
Apresiasi dari SLB Pambudi Dharma 1 Cimahi

Sementara itu, Lilis Martinah, guru pendamping bidang kesiswaan SLB Pambudi Dharma 1 Cimahi, menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan oleh Perpustakaan Kota Cimahi selama kegiatan kunjungan berlangsung.
«“Alhamdulillah, pelayanan yang diberikan sangat menyenangkan. Petugasnya juga ramah dan memberikan pelayanan dengan baik, sehingga anak-anak merasa nyaman selama berada di perpustakaan.”»
Menurut Lilis, pengalaman kunjungan tersebut memberikan kesan positif bagi siswa maupun pihak sekolah. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga siswa difabel memiliki kesempatan untuk mengenal perpustakaan dan memperoleh pengalaman literasi secara langsung.
«“Harapan kami ke depan, kunjungan seperti ini bisa diagendakan secara rutin. Kami juga berharap ada fasilitas-fasilitas penunjang yang semakin mendukung kebutuhan anak-anak difabel, sehingga mereka bisa lebih nyaman dan mudah dalam mengakses layanan serta fasilitas perpustakaan.”»
Harapan tersebut menjadi masukan positif bagi pengembangan layanan perpustakaan yang semakin inklusif. Kolaborasi antara perpustakaan dan sekolah luar biasa diharapkan dapat terus diperkuat untuk menghadirkan program literasi yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak-anak penyandang disabilitas.
Membangun Pengalaman Literasi yang Setara
Melalui kegiatan ini, Perpustakaan Kota Cimahi berupaya menciptakan pengalaman bahwa datang ke perpustakaan merupakan aktivitas yang menyenangkan dan dapat dilakukan oleh siapa saja.
Bagi siswa difabel, kunjungan ke perpustakaan tidak hanya menjadi aktivitas membaca, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenal lingkungan baru, berinteraksi, mengeksplorasi berbagai sumber pengetahuan, serta menumbuhkan rasa percaya diri.
Perpustakaan juga terus didorong untuk menjadi ruang yang mampu menjembatani keberagaman masyarakat. Dengan demikian, penyandang disabilitas tidak hanya dipandang sebagai penerima layanan, tetapi sebagai bagian yang setara dalam ekosistem perpustakaan.
Komitmen Mewujudkan Perpustakaan Inklusif
Disarpusda Kota Cimahi berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan perpustakaan yang semakin inklusif melalui peningkatan aksesibilitas, penguatan koleksi dan program kegiatan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penciptaan lingkungan perpustakaan yang nyaman bagi seluruh pemustaka.
Kunjungan siswa SLB Pambudi Dharma 1 Cimahi menjadi bagian dari proses membangun perpustakaan yang semakin terbuka terhadap keberagaman. Masukan dari pihak sekolah juga menjadi bahan penting untuk terus meningkatkan fasilitas dan layanan yang dapat menunjang kebutuhan anak-anak difabel.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan perpustakaan tidak hanya diukur dari jumlah koleksi atau jumlah pengunjung, tetapi juga dari sejauh mana perpustakaan mampu membuka akses, memberikan kesempatan, dan menghadirkan manfaat bagi seluruh masyarakat.
Dengan semangat tersebut, Perpustakaan Kota Cimahi terus meneguhkan dirinya sebagai rumah literasi bagi semua—tempat setiap anak dapat datang, belajar, membaca, berinteraksi, berkarya, dan tumbuh tanpa merasa dibatasi oleh perbedaan.
Perpustakaan untuk semua.
Ramah bagi semua.
Literasi tanpa sekat.










