?>

CIMAHI, Infology.id –  Wali Kota Cimahi Ngatiyana resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Cimahi untuk kepengurusan baru usai mengantongi suara aklamasi pada Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Kota Cimahi.

Gelaran musda dan penetapan Ngatiyana sebagai ketua digelar di gedung Twin Tulipware Jalan Jend. Amir Machmud Kota Cimahi, Senin (21/9/2026). Kegiatan dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Daniel Mutaqien Syafiuddin, ST beserta pengurus, anggota DPR RI Fraksi Golkar Atalia Praratya, Wakil Ketua DPRD Jabar dari Fraksi Golkar MQ. Iswara, serta tamu dari berbagai unsur.

Saat diwawancara, Ngatiyana mengatakan proses pemilihan kandidat ketua P-Golkar di Kota Cimahi hingga dirinya terpilih berlangsung sangat singkat. “Dalam waktu seminggu ini prosesnya. Tiga hari musda, Jumat kemarin disampaikan dan hari ini penetapan. Kami juga kaget, tidak menyangka bahwa saya akan menjadi ketua DPD P-Golkar Kota Cimahi. Ini semua adalah amanah dan harus dilakukan,” ujarnya.

Mantan prajurit ini menganggap keputusannya berlabuh di partai berlambang pohon beringin sebagai jalan takdir. Bagi Ngatiyana, peran baru di kepartaian akan beriringan dengan tugasnya sebagai kepala daerah.

“Kelihatannya takdir Allah ya. Selain saya mengemban sebagai kepala daerah Kota Cimahi, ternyata ada tugas tambahan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Cimahi. Sebagai prajurit, saya harus solid, loyal tegak lurus, disiplin dalam melaksanakan kegiatan baik kepartaian maupun kepemerintahan Kota Cimahi,” ucapnya.

Karena itu, peran dirinya di kepartaian dan pemerintah daerah akan saling berkaitan. “Pemkot Cimahi membutuhkan sinergi dengan partai politik, DPRD, dan elemen masyarakat. Semuanya bermuara untuk kepentingan masyarakat Kota Cimahi,” katanya.

Soliditas di tubuh Golkar menjadi daya tarik bagi Ngatiyana hingga memilih partai berlambang pohon beringin tersebut. “Rohnya Partai Golkar berarti soliditas. Saling kerja sama dalam membesarkan partai, soliditas dari kader hingga sampai dengan ke masyarakat. Semua muaranya adalah untuk melayani masyarakat. Partai Golkar salah satu parpol pendukung utama pemerintahan dibawah Bapak Prabowo Subianto,” jelasnya.

Di sisi lain, Ngatiyana sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat. Terkait perpindahan ini, dia memastikan telah berpamitan dan menjalin silaturahmi yang baik.

“Kami sudah memohon izin ke PKB dan meminta petunjuk dari parpol koalisi pengusung di Pilkada 2025,” paparnya.
Dikaitkan dengan persiapan jelang tahun politik 2029, Ngatiyana menilai hal itu akan berjalan sesuai takdir. “Sekarang belum mikirin 2029, nanti dulu lah, saya mau bekerja dulu melayani masyarakat,” tuturnya.

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Daniel Mutaqien Syafiuddin, ST menyatakan, suara mufakat memilih Ngatiyana sebagai Ketua DPD P-Golkar Kota Cimahi. “Kenapa Pak Ngatiyana? Ya karena beliau yang melahirkan Partai Golkar di Kota Cimahi, jadi beliau harus bertanggungjawab terhadap anaknya,” ujarnya.

Musda DPD P-Golkar Kota Cimahi seharusnya digelar 2025 setelah wafat Ketua DPD P-Golkar Kota Cimahi Ali Hasan. Kepemimpinan Golkar di Kota Cimahi sempat dilanjutkan Rahmat Sulaeman didapuk sebagai Plt, karena ada kendala teknis maka musda baru bisa digelar 2026.
“Kita butuh fokus, konsentrasi pada menghadapi pemilu yang akan datang. Tidak mau ada energi terbuang sia-sia dengan kompetisi di saat Musda, jadi sebisa mungkin kabupaten/kota mufakat,” ucapnya.

Kemenangan menjadi target P-Golkar pada tahun politik 2029. Soal terpilihnya Ngatiyana dikaitkan dengan persiapan menghadapi tahun politik, Daniel belum mau membahas lebih lanjut. “Beliau baru terpilih. Untuk 2029 lihat perkembangan nanti. Target Golkar menang kalau kontestasi politik di setiap kabupaten/kota,” tegasnya.
Sebagai langkah awal, Daniel menginstruksikan Ngatiyana untuk segera merampungkan konsolidasi internal. Pembentukan kepengurusan tingkat kecamatan ditargetkan tuntas pada Desember 2026, disusul tingkat kelurahan pada April 2027 sebelum memasuki tahapan Pemilu.

“Di Kota Cimahi tidak terlalu kendala karena hanya ada 3 kecamatan. Tahun depan sudah mulai tahapan Pemilu maka persiapkan untuk kemenangan Golkar,” pungkasnya

?>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

?>